Mengingat Kemarin Bersama Orak-Arik

10 Maret 2018, Tritus Julan

Mengingat Kemarin Bersama Orak-Arik

Dalam dinginnya pagi yang menggigit wajan, sebutir telur dipecahkan. Mentega beku karena diselimuti hawa pegunungan, ditambahkan ke dalamnya. Kompor gas portabel dinyalakan.  Wajan duduk di atasnya. Spatula mengaduk-aduk campuran telur dan mentega.

Beberapa saat kemudian, telur dan mentega mulai mengumpul. Menebal. Wajan diangkat dari atas kompor. Namun spatula masih terus bergerak mengaduk-aduk telur dan mentega. Begitu terus terjadi sampai tiga atau empat kali. Hingga telur dan mentega menyatu sempurna. Membentuk tekstur “creamy” dan tidak kering. Menyatu secara konsisten dalam kelembutan. Garam dan lada ditambahkan untuk membentuk rasa. Daun bawang diberikan sebagai penggugah selera.

Inilah jenis menu sarapan yang menggugah Paul McCartney menulis nomor “Yesterday” yang dirilis pada 1965 lalu. Seperti dikutip dari laman telegraph.co.uk McCartney terbangun pada suatu pagi dengan urutan nada G, F#m7, B, E minor, dan kembali ke E sebagai dasar komposisi. Inilah lagu pertama The Beatles yang direkam hanya oleh McCartney tanpa John Lennon, George Harrison, dan Ringo Starr.

McCartney memadankan waktu ia beroleh ide menulis komposisi nada awal “Yesterday”  dengan momen-momen tertentu dimana manusia beroleh inspirasi. Mendapatkan esensi hidup. Menerima ilham. “Darimana asalnya? Tapi Anda tidak bisa bertanya terlalu banyak pada diri anda, karena mungkin (inspirasi) itu akan hilang,” kata McCartney seperti ditulis dalam laman beatlesebooks.com. Ia memadankan momentum itu serupa dengan sebutir telur yang diletakkan sempurna. Tidak retak. Tidak ada cela.

Karena itulah, lirik awal yang ditulis McCartney, agar ia tidak lupa rangkaian nada awal itu seperti dikutip dari laman telegraph.co.uk adalah: “Scrambled eggs, oh, my baby, how I love your legs…". Lirik itu sempat menjadi bahan tertawaan. Bulan-bulanan rekan-rekan McCartney hingga berbulan-bulan sesudahnya. Namun selebihnya kita tahu, lagu itu menjadi legenda, dengan bait pertamanya: “Yesterday all my troubles seemed so far away…”

Kini, kita bisa menikmati kelembutan scrambled eggs, di Indonesia disebut juga telur orak arik, dalam dinginnya suhu puncak pegunungan. Mirip dengan dinginnya London saat McCartney terbangun di suatu pagi dan menulis tentang “Yesterday.”

Testimony


Dulu aku nggak berani ketika liburan ke gunung, serem kan?. Apalagi bayangan gunung itu seperti sulit untuk didaki. Mendaki Gunung Pundak dengan tim Pinus Story, rasanya beda sekali. Gunungnya cantik, banyak jenis pohonnya. Rasanya ingin kembali lagi ke sana. Maju terus Pinus Story.......

Halimah, Malang

Menurut aku tempat yang paling bisa banged untuk menghilangkan Penat dan Stres karena rutinitas kerjaan dan rutinitas di rumah cuman Keindahan Gunung. Gak salah aku gabung sama Team Pinus Story untuk menikmati keindahan Alam Gunung, karena Pinus Story memberikan semua kemudahan dan kenyamanan, dari mulai informasi sblm brgkt, perjalanan naik gunung yg selalu dipandu dengan baik, informasi2 yg selalu diberikan tentang alam, dan yang terpenting KULINER yang disajikan oleh team Pinus Story WOW BANGEEEEDD....!!! SEDDAAAAPPPP.....!!!! Lelah kita setelah menaklukkan Puncak Gunung terbayar LUNAS dengan menikmati Indahnya Gunung dan menikmati KELEZATAN masakan dari Pinus Story.. Bener2 GAK SALAH PILIH deh, Next Trip Gunung pasti bakal gabung sm Team Pinus Story... THANKZ A LOT PINUS STORY, SUKSES TERUUUUUSSS....

aRief sAm Gibson

It was an amazing experience ! Seumur hidup saya belum pernah naik gunung beneran (kecuali Gunung Bromo ya yang naiknya ada anak tangganya ????). Tanggal 1 Mei 2018 kemarin adalah pengalaman pertama saya naik gunung yaitu ke Gunung Pundak. Dan beruntung sekali saya karena first tracking saya adalah bersama Pinus Story ????. Itinerarry jelas, penjelasan yang mudah dipahami bagi pemula seperti saya, setiap detil disiapkan dengan seksama, dan....saya dengan sabar dipandu sehingga bisa sampai puncak ! Rasanya pingin teriak MERDEKA !! ???? Satu hal lagi yang berkesan adalah pengalaman makan bersama di atas gunung dengan makanan beneran (alias bukan makanan instant). Pinus Story punya chef yang jempolan ???? Thank you for the wonderful first experience...and can't hardly wait for next amazing trip with PINUS STORY ????

Vivin Kurnia, Mojokerto

Pengalaman tak terlupakan! pertama kali mendaki gunung, aduhhh rasanya luar biasa. Bayangan pertama saya dulu berat di perjalanan, melelahkan dan nggak kuat bagi bagi anak-anak. Ternyata semuanya salah. Saya menikmati sekali liburan kali ini. Dan cerita-cerita dari pemandu memberi banyak pengetahuan bagi saya yang pemula ini. Terima kasih Pinus Story....

Inas, Surabaya

Menikmati kuliner di atas gunung benar-benar maknyus cyinnnnn. Sup sunset tomyamnya terasa di lidahnya nyesss banget deh. Apalagi olahan terong penanjakan yang rasanya baru sih. Nggak pernah kebayang masak seperti itu di omah dewe, jelas nggak bisa. Anyway, thanks banget resep2 gunungnya Pinus Story.......

Anisah, Sidoarjo
Write Testimony