Meretas Rindu di Gunung Butak

22 Maret 2018, Tritus Julan

 Meretas Rindu di Gunung Butak

Dari ufuk timur, matahari berebut menampakkan diri dengan tebalnya kabut dari puncak Gunung Butak. Meski jam menunjukkan pukul 08.00, matahari tak juga terlihat. Hanya angin kencang dan tebalnya kabut yang menutupi seluruh dataran rendah. Dingin menusuk dan seakan enggan pergi. Berada di ketinggian 2.868 meter di atas permukaan laut (mdpl), puncak Gunung Butak sebenarnya bisa menyuguhkan keindahan alam yang luar bisa jika tak berkabut.

 

Dalam kondisi cuaca normal tanpa kabut, dari puncak Gunung Butak terlihat jelas sejumlah gunung yang mengelilingi. Seperti Gunung Arjuno, Welirang, Biru, Panderman, Wilis dan bahkan puncak Gunung Semeru. Karena pemandangan yang indah inilah, dalam tiga tahun belakangan Gunung Butak mulai menjadi incaran para pendaki. Selain memiliki pemandangan indah di puncaknya, kondisi vegetasi di gunung ini juga terbilang masih terjaga.

 

Untuk melakukan pendakian di Gunung Butak, bisa dilalui dari jalur pendakian Gunung Panderman di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Hanya dengan biaya tiket Rp7.000 per orang, pendaki sudah bisa menikmati pemandangan alam yang cukup memesona. Terlebih saat berada di hamparan sabana yang berada tak jauh dari puncak gunung. Di lokasi yang kerap menjadi tempat nge-camp ini, air sangat melimpah. Hamparan bunga edelwies juga menambah indahnya pemandangan.

Untuk menuju puncak, setidaknya membutuhkan waktu sekitar 7 – 8 jam. Pendaki akan melalui jalur berupa hutan basah, hutan lumut dan hutan cemara yang masih terlihat alami. Meski perjalanan diawali dengan jalur yang relatif landai, namun ada titik di mana pendakian terasa berat, yakni saat melintas di tanjakan setan. Tanjakan sepanjang sekitar 500 meter ini cukup menguras tenaga. Terlebih, saat musijm hujan jalur ini sangat licin.

 

Budi Susanto, salah satu warga mengungkapkan, sejak tiga tahun terakhir Gunung Butak banyak disinggahi para pendaki. Tak hanya pendaki lokal, banyak pecinta alam dari luar negeri yang sempat menginjakkan kaki di gunung yang bersebelahan dengan Gunung Penderman itu. ”Akhir-akhir ini bantak bule yang mendaki. Baik dari asia maupun Eropa. Di luar negeri, gunung ini ternyata sudah terkenal pemandangan puncaknya yang indah,” kata Budi.

 

Pria yang juga menjadi porter gunung ini bertutur, banyaknya pendaki di Gunung Butak dan Panggreman praktis mulai mengangkat ekonomi masyarakat sekitar. Banyak dari warga yang memilih untuk menjadi pemandu dan porter pendakian. Sayangnya, gunung ini masih belum serius dikelola. ”Karena akses jalan menuju pos pendakian masih sempit. Kalau saja ada jalan yang lebar, kita yakin banyak pendaki yang ke sini,” tuturnya.

 

Gunung ini kata dia, banyak dikunjungi jika hari Sabtu dan Minggu. Di hari itu, banyak yang bisa diperoleh warga dari banyaknya pendaki. Mulai dari ramainya warung hingga jasa ojek serta pemandu dan porter. Warga, lanjut dia, juga ikut menjaga keaslian gunung  ini. ”Kita sering membuka jalur yang terputus karena memang banyak jalur yang sering tertutup pohon tumbang dan semak-semak, khususnya di hutan lumut,” tukasnya.

 

Trenggono Adi, salah satu pendaki mengungkapkan, Gunung Butak memang memiliki pemandangan yang memesona. Meski untuk menuju puncaknya, ia mengaku agak kesulitan dengan panjangnya rute, terutama saat melintas di tanjakan setan. ”Tapi semuanya terbayar saat berada di puncak. Saya memilih mendaki di gunung ini karena ramai dibicarakan di media sosial. Dan gunung ini memang indah dan layak untuk didaki,” ungkap Trenggono.

 

Testimony


Ini pengalaman kedua saya mendaki gunung lagi #pengalaman pertama mendaki gunung saat masih putih abu2#. Musti ngumpulin niat tuk yakin bisa mendaki gunung lagi di usia yang sudah tidak muda????karna dibutuhkan kekuatan fisik dan mental yang kuat tuk bisa mendaki gunung... Namun, berkat teman2 dari Pinus Story yang selalu bikin suasana fun disetiap perjalanan pendakian membuat saya yakin bisa menyelesaikan pendakian ke gunung pundak 1 Mei 2018 kemarin... Alhasil, terbayar sudah rasa capek mendaki dengan indahnya pemandangan saat berada di puncak gunung pundak ditambah "bonus" hiburan dan menu yang disajikan dari Pinus Story bikin perjalanan trip muncak kali ini sempurna...Ujung2nya bikin nagihhh dahh tuk bisa ngetrip bareng lagi sama teman2 dari Pinus Story. See you next trip Pinus Story. ????

Maya Banyu_benink, Mojokerto

Terimakasih buat pinus story yg udah bikin kita merasakan campcer yg sesungguhnya, trimakasih jg buat buat keramahan, kebaikan , pengalaman, dan pengetahuan yg diberikan oleh team pinus story tdk lupa trimakasih jg sdh membuat kita gak merasakan laper di meskipun kita sedang di gunung masakannya chef pinus story bener2 yummi bgt???????? pokoknya can't move dr acara campcer kemarin huhu sukses selalu pinus story semoga kita segera bisa bertemu kembali ????

Sandra , Kediri

Dulu aku nggak berani ketika liburan ke gunung, serem kan?. Apalagi bayangan gunung itu seperti sulit untuk didaki. Mendaki Gunung Pundak dengan tim Pinus Story, rasanya beda sekali. Gunungnya cantik, banyak jenis pohonnya. Rasanya ingin kembali lagi ke sana. Maju terus Pinus Story.......

Halimah, Malang

Menikmati kuliner di atas gunung benar-benar maknyus cyinnnnn. Sup sunset tomyamnya terasa di lidahnya nyesss banget deh. Apalagi olahan terong penanjakan yang rasanya baru sih. Nggak pernah kebayang masak seperti itu di omah dewe, jelas nggak bisa. Anyway, thanks banget resep2 gunungnya Pinus Story.......

Anisah, Sidoarjo

Menurut aku tempat yang paling bisa banged untuk menghilangkan Penat dan Stres karena rutinitas kerjaan dan rutinitas di rumah cuman Keindahan Gunung. Gak salah aku gabung sama Team Pinus Story untuk menikmati keindahan Alam Gunung, karena Pinus Story memberikan semua kemudahan dan kenyamanan, dari mulai informasi sblm brgkt, perjalanan naik gunung yg selalu dipandu dengan baik, informasi2 yg selalu diberikan tentang alam, dan yang terpenting KULINER yang disajikan oleh team Pinus Story WOW BANGEEEEDD....!!! SEDDAAAAPPPP.....!!!! Lelah kita setelah menaklukkan Puncak Gunung terbayar LUNAS dengan menikmati Indahnya Gunung dan menikmati KELEZATAN masakan dari Pinus Story.. Bener2 GAK SALAH PILIH deh, Next Trip Gunung pasti bakal gabung sm Team Pinus Story... THANKZ A LOT PINUS STORY, SUKSES TERUUUUUSSS....

aRief sAm Gibson
Write Testimony